SEMINAR ELLY RISMAN, Psi
Komunikasi Efektif pada Anak
By. Heryuni S, S.pd
Sesi awal, kita disadarkan akan gaya komunikasi yang kita pakai saat ini tercermin dari bagaimana reaksi
pasangan, anak atau oranglain terhadap kita sekarang.
Ada beberapa hal yang salah dalam diri kita, salah satunya kita tidak menguasai ilmu parenting saat kita
menjadi orang tua. Beberapa kesalahan tersebut adalah :
A. Kita tidak siap menjadi orangtua : tidak menguasai tahap perkembangan anak dan bagaimana
otak anak bekerja
B. Bicara tidak sengaja pada anak
Akibatnya :
- Melemahkan konsep diri anak
- Membuat anak diam, melawan, menentang, tidak peduli, sulit diajak kerjasama (gaya ular -
kalo gak dilawan, mundur (bodo amat )
- Menjatuhkan harga dan kepercayaan diri anak
- Kemampuan berfikir menjadi rendah
- Tidak terbiasa memilih dan mengambil keputusan
- IRI terus
Dampak ini tidak akan hilang seiring dengan bertambahnya usia, mereka bisa menjadi pribadi
yang lemah, hidup dalam batang otak, tak mampu berfikir analitis.
Makanya, biasakan cara bicara yang happy, karena saat kita senang, otak menyerap lebih
banyak, saat kita tersenyum, sejatinya kita sedang bersedekah dengan diri sendiri karena
serotonin akan keluar.
C. Kita menggunakan gaya komunikasi yang salah, yaitu 10 kekeliruan dalam berkomunikasi?
Kekeliruan dalam berkomunikasi yaitu :
1. Bicara tergesa-gesa : saat kita bicara tergesa-gesa, pesan tidak akan sampai (distorsi
komunikasi). Biasakan untuk melakukan segala hal sesuai dengan rencana, apa yang akan
kita kerjakan, apa yang diinginkananak selama seminggu (missal) dalam hal makanan, siapa
dan maunya apa, biasakan untuk berkumpul dan berbicara tentang rencana seminggu
kedepan.
2. Tidak kenal diri sendiri : bagaimana kita bisa mengenal anak kita, mengenal diri sendiri saja
belum. Terlalu banyak melihat keluar tapi tidak melihat kedalam, melihat negatifnya anak
tapi tidak melihat kekurangan kita.
3. LUPA kalau setiap individu UNIK. Bahwa setiap kita terlahir merupakan pemenang dari
berjuta sel sperma yang gagal masuk kedalam sel telur.
4. Setiap kebutuhan dan keinginan berbeda, kita sebagai orang tua merasa SOK TAU dengan
kebutuhan anak, padahal anaknya maunya yang lain (salah faham)
5. Tidak membaca bahasa tubuh, lihat sudah berapa banyak bahasa tubuh anak yang tidak
tertangkap oleh kita, perhatikan baik-baik garis wajahnya, posisi tangan dan kakinya. Coba
fahami lebih dalam.
6. Tidak mendengar perasaan : anak usia 10-14 tahun banyak yang punya keinginan bunuh diri
karena tidak didengarkan perasaannya.
7. Kurang mendengar aktif : saat bicara dengan anak, kita mendengarkan sambil pegang
gadget tetapi saat anak bicara dengan kita, kita maunya mereka memperhatikan kita.
8. Kalau berbicara pakai 12 gaya popular : a.) memerintah, b.) menyalahkan, c.) meremehkan,
d.) membandingkan, e.) mencap / label, f.) mengancam, g.) menasehati, h.) membohongi, i.)
menghibur, j.) mengkritik, k.) menyindir, l.) menganalisa. Nah, kalau kita menerapkan itu
semua, akibatnya anak jadi tidak percaya diri. Jadi, hindari 12 gaya populer ini
Jiwa anak seperti kantong. Agar anak kantong jiwanya kenceng selalu dapet penghargaan
dari ortu dan orang sekitar. Anak yang selalu mendapat perlakuan 12 gaya populer, kantong
jiwanya bisa kempot. Tangkap "basah" dan puji anakmu ketika berperilaku baik (catatlah
hanya kebaikannya, jangan catat kejelekannya)
9. Selalu menyampaikan pesan kamu : hal ini terkesan anaklah yang salah. “kamu sih, telat
bangun, jadi semuanya terlambat”
10. Tidak memisahkan masalah siapa : sering kali kita ikut campur dengan masalah anak.
D. Kiat meningkatkan komunikasi :
1. BACA BAHASA TUBUH : Komunikasi itu : 55% bahasa tubuh38% nada suara. Bicara sama
anak jangan nada datar. 7% kata kata
2. Dengarkan perasaan, tebak perasaannya, Beri nama perasaanya, “capek ya?” “kesel sekali
dong” tunggu jawabannya lalu tebak lagi
Kalau emosi sudah mengalir, anak akan merasa lapar, dan kalau emosi tidak mengalir dia
tidak akan lapar.
Setelah emosi mengalir, dilain waktu (misalkan sore hari) bicarakan kembali dan cari
solusinya bersama
3. Mendengar aktif, jadilah cermin, “oooh begituuu, sedih dong, bĂȘte dooong” Buatlah got
emosi untuk mengalirkan perasaan anak
Duduk disamping anak, rasakan perasaannya, tebak perasaannya
4. Hindari 12 gaya popular (diatas) Jiwa anak seperti kantong. Agar anak kantong jiwanya
kenceng selalu dapet penghargaan dari ortu dan orang sekitar. Anak yang selalu mendapat
perlakuan 12 gaya populer, kantong jiwanya bisa kempot.
5. Tentukan masalah siapa, masalah ANAK, atau ORANGTUA? biasakan anak berfikir BMM
(Berfikir, Memilih, Mengambil keputusan)
6. Jangan bicara tergesa-gesa, gunakan kalimat pendek, bedakan cara berbicara anak laki-laki
dengan anak perempuan. Karena cara kerja otak perempuan dengan cara kerja otak laki-laki
beda. Bicara sama anak laki-laki harus pendek-pendek, 15 kata berhenti dulu, lihat pesannya
sampai atau tidak, ulang lagi.bicara dalam keadaan hati senang.
7. Belajar untuk mengenali diri sendiri dan mengenal lawan bicara (tangkap basah dan puji
anak saat melakukan kebaikan. Catat yang baik saja, jangan yang jeleknya)
8. Ingat, setiap individu UNIK.
9. Fahami bahwa kebutuhan dan keinginan berbeda
10. Sampaikan pesan SAYA
Mama/papa…..(perasaan orangtua)
Kalau kamu……(perilaku anak)
Karena………….(konsekuensi terhadap diri ortu/lingkungan)
Mama MERASA kesal sekali sama kamu KALAU KAMU tidak pulang tepat waktu KARENA
mama khawatir ada apa-apa dengan kamu
Buat yang sedang pusing keuangan, bisa pake jurus ini :
Mama MERASA pusing mengatur keuangan KALAU PAPA tidak cari tambahan pemasukan
KARENA anak-anak semakin besar
Karenanya rubah caramu mengasuh anak sebelum aqil baligh, karena saaat kamu salah,
sesungguhnya kamu sedang salah juga mengasuh cucumu (kesalahan berulang)
Akibat bicara tidak sengaja pada anak.
1. Melemahkan konsep diri
2. Membuat anak diam, melawan, menentang, tidak peduli, sulit diajak kerjasama.
3. Menjatuhkan harga dan kepercayaan diri anak.
4. Kemampuan berfikir menjadi rendah.
5. Tidak terbiasa memilih dan mengambil keputusan bagi diri sendiri.
6. Iri terus
Komunikasi yang salah menyebabkan anak menjadi BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stress, Tired) yang
berakibat pada Pornografi, seks suka sama suka, pacaran, LGBT, Masturbasi, oral sex, merokok, miras,
narkoba.
Demikian catatan saya semoga bermanfaat yaaa…
Dikutip dari IIP Rumbel Bogor
